Categories
Uncategorized

ANTARA/DAVID MUHARMANSYAH hukuman penjara bagi pelaku

Nantinya bagaimana teknis kebiri akan dilakukan pada pelaku kejahatan seksual? Ini hukuman pemberatan di samping ANTARA/DAVID MUHARMANSYAH hukuman penjara bagi pelaku. Bentuknya suntikan yang akan mematikan libido atau hasrat seksual pelaku. Apakah hukuman kebiri efektif menekan kejahatan seksual? Saya sudah menggelar diskusi akademik dan membaca referensi dari luar negeri. Ada yang dihukum kebiri lalu dilihat perkembangannya.

Setelah lima tahun, ternyata muncul kembali sifatnya itu. Saya pikir kalau dikasih suntikan impotensi justru sekalian efek jeranya. Tapi kita tak bisa menempuh cara ini. Kebiri pada dasarnya tak menjawab masalah dan bukan solusi meredam hasrat yang memicu kejahatan seksual. Tapi kenapa tetap saja diputuskan akan berlaku? Ini hukuman pemberatan. Kami juga akan segera memulai revisi Undang-Undang Perlindungan Anak agar mengatur hukuman penjara seumur hidup bagi pelaku kejahatan seksual berat.

Di luar negeri, hukuman bagi pelaku kejahatan seksual dijatuhkan dengan pertimbangan masa hukuman hingga terdakwa tak bisa melakukan hubungan seksual. Misalnya tertangkap umur 20 tahun, maka pengadilan bisa menjatuhkan vonis 70 tahun penjara— masa ketika pelaku sudah tak bisa lagi melakukan hubungan seksual. Apakah pembahasan Perpu Kebiri juga mendapat masukan dari Menteri Kesehatan soal dampak medisnya? Menteri Kesehatan sudah menyampaikan ekses kesehatan dari suntik kebiri.

Ikatan Dokter Indonesia tak setuju dengan hukuman ini. Kontra-pendapat ini yang membuat pembahasan terus berlangsung sampai sekarang. Bagaimana perkembangan pembahasan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual? RUU itu belum masuk Program Legislasi Nasional tahun ini, ada kemungkinan tahun depan. Bagi saya, aturan itu harus segera terbit karena menjadi simbol perjuangan para perempuan. Sebab, kekerasan dalam rumah tangga bisa terjadi kapan pun. Selain rancangan itu akan melengkapi instrumen hukum di samping Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 untuk melindungi anak dan perempuan.

KELUARGA duta. Itu sebutan yang pas ketika Sophia Muller dan anaknya, Eva Celia, sama-sama ditunjuk sebagai duta. Sophie, demikian sapaannya, 45 tahun, didapuk menjadi duta masyarakat untuk Sustainable Development Goals (SDGs), sedangkan Eva adalah duta air bersih yang ditunjuk United Nations Development Programme. Semula artis ini heran atas penunjukan tersebut. ”Saya pikir kok banyak banget dutadutaan ini,” katanya Selasa pekan lalu. Belum lagi ketika Eva bertanya apa beda peran keduanya.

”Mama duta apa? Bedanya sama aku apa?” ujar perempuan yang dulu beken dengan nama Sophia Latjuba ini, menirukan pertanyaan Eva. Tapi akhirnya ia tak ambil pusing. Dia berharap banyaknya duta akan membantu memperkenalkan program-program pembangunan dan kemanusiaan. SDGs adalah komitmen pembangunan berkelanjutan yang disepakati para pemimpin dunia di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2015. Sophie bersama tokoh lain ditunjuk sebagai duta oleh International NGO Forum on Indonesian Development untuk SDGs.

Tujuannya merangkul khalayak agar terlibat dalam mencapai target SDGs tersebut. Sophie mengaku belum tahu apa yang akan dilakukannya. Yang pasti, ia ingin membangkitkan empati masyarakat agar peduli terhadap sesama. ”Caranya saya belum tahu. Mungkin, salah satunya, dengan sering berbicara,” katanya. l

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *