Categories
Parenting

Menonton Pertunjukkan

Di usia prasekolah, sifat anak yang cepat bosan masih cukup besar, salah-salah justru mengganggu kenikmatan menonton atau bahkan mengganggu penonton lain. Apa yang harus kita lakukan? Yuk, kita simak bersama triknya! 1. Tipe anak akan membantu kita memilih jenis pertunjukan. Ada anak yang takut akan gelap, gampang terganggu dengan suara bising, atau gelisah ketika duduk terlalu lama. Namun, tidak berarti anak dengan tipe tersebut tidak bisa untuk diajak nonton.

Baca juga : kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Sekali saja kita dapat mencobanya untuk mengukur seberapa jauh anak dapat menyesuaikan diri dengan kondisi asing tersebut. Tidak sampai selesai pun tidak apa, tetapi kita jadi tahu sejauh mana anak mampu beradaptasi saat nonton pertunjukan. 2. Jenis pertunjukan yang cocok untuk anak prasekolah, antara lain: operet, meet and greet dengan tokoh favorit (Hi-5, Mickey Mouse, dan lainnya), sirkus, unjuk ketangkasan hewan (lumba-lumba, singa laut, aneka satwa), tarian, dan musik. Perhatikan pula durasi pertunjukan, umumnya sekitar 90 menit-2 jam.

Lebih dari itu anak akan lekas bosan. 3. Informasi dan aturan main penting disampaikan pada anak. Apa yang akan ia lihat, berapa lama durasi pertunjukan, dan apa saja yang akan ia lihat ketika pertunjukan perlu diperlihatkan berkali-kali sebelum hari H menonton pertunjukan. Selain itu, sampaikan juga aturan main yang harus dipatuhi, seperti: duduk tenang, tidak keluar masuk ruangan, tidak berteriak-teriak (kecuali diminta, misalnya: bernyanyi), dan tidak makan minum di area pertunjukan. 4. Kondisi tubuh fit termasuk membuat anak cukup makan dan cukup tidur sebelum pertunjukan. 5. Minat anak terhadap apa yang ia tonton. Ajak anak memilih pertunjukan yang ingin ia saksikan. Kalau kita telah punya pilihan, tanyakan pada anak apakah ia mau menontonnya atau ia punya pilihan lain.

Ayo, Punya Akuarium!

Orang yang sering menghabiskan waktu melihat akuarium biasanya akan mengalami perubahan positif pada kondisi fi sik dan psikologisnya, demikian menurut riset yang dimuat di jurnal Environment & Behavior. Melihat akuarium dapat menurunkan tekanan darah dan denyut nadi, sementara semakin banyak jumlah ikan yang ada di akuarium dapat menyita perhatian kita lebih lama, sehingga suasana hati pun menjadi lebih baik. “Akuarium dapat menjadi semacam oasis yang menenangkan dan merelakskan pikiran. Ini amat dibutuhkan oleh masyarakat urban yang cen derung hidup dengan beban stres tinggi di tempat kerja,” kata Dr Sabine Pahl, asisten profesor di bidang Psikologi dari Plymouth University, Inggris, yang juga salah satu peneliti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *