Categories
News

Pemasaran Dalam Bisnis Makanan dengan Jasa SEO Semarang

Pemasaran Dalam Bisnis Makanan dengan Jasa SEO Semarang. Dalam bisnis makanan biasanya terbagi atas makanan yang berfungsi sebagai makanan utama (main course) yang memenuhi kebutuhan primer manusia, dan makanan selingan (camilan/snack) sebagai kebutuhan sekunder. Masing-masing jenis makanan memiliki strategi pemasaran yang berbeda walaupun kadangkala memiliki target konsumen yang sama.

Begitu pula dengan media yang dipergunakan sebagai alat komunikasi dan promosi agar pesan marketing dapat sampai ke konsumen. Untuk itu, para pengusaha perlu mengenal produk yang dijual agar dapat menentukan target konsumen sehingga dapat membangun strategi marketing dan komunikasi media yang tepat, sehingga promosi yang dilakukan dapat menghasilkan penjualan yang diinginkan.

Mengenal jenis produk makanan

Pemahaman atas produk yang akan dipasarkan sangatlah penting agar strategi pemasaran dapat dijalankan secara tepat sasaran dan lebih optimal. Untuk jenis makanan utama ada beberapa hal yang perlu diketahui, yaitu: • Asal makanan. Apakah makanan tradisional setempat atau makanan dari luar (luar daerah/luar negeri). • Apakah bahan makanan merupakan bahan makanan pokok lokal, non lokal, atau bahkan makanan yang dilarang secara adat ataupun agama didaerah tersebut?

• Rasa dari makanan yang dijual. Apakah manis, gurih, atau pedas? • Kapan makanan tersebut umumnya disajikan baik di wilayah setempat ataupun di daerah asalnya? Apakah di waktu pagi, siang, atau malam? • Apakah fungsi sosial dari makanan tersebut ? Apakah makanan biasa atau ada hubungannya dengan perayaan atau acara tertentu?

Mengenal jenis konsumen

Tahap selanjutnya dalam menyiapkan strategi pemasaran adalah mengenali target konsumen. Pada dasarnya, konsumen dapat dibagi berdasarkan kebutuhannya sebagai berikut: • Kebutuhan makanan tingkat dasar/primer manusia untuk bertahan hidup, yaitu kebutuhan makanan utama di saat jam makan yang tidak dapat terpenuhi di rumah. Misalnya saat di kantor, sekolah, pusat wisata, pusat belanja, atau dalam perjalanan.

• Kebutuhan sekunder, yaitu ketika makanan menjadi pelengkap kegiatan sosial manusia seperti saat di kantor, sekolah, tempat olah raga, rumah, perjalanan, hingga kawasan wisata. • Kebutuhan atas pertimbangan lokasi makan dengan klasifikasi di dalam, di sekitar, di luar gedung, di seberang, atau searah jalan.

• Kebutuhan dengan pertimbangan harga, sesuai dengan jatah pengeluaran, kemampuan membeli, sesuai kondisi suasana saat itu. • Kebutuhan sesuai dengan kondisi, dalam perjalanan, kondisi rumah, ketersediaan fasilitas. • Keinginan untuk mendapatkan makanan ditempat yang diinginkan dan dikenal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *